masyarakat

Apa itu masyarakat dan hubungannya dengan Ekonomi

Image

Masyarakat adalah organisasi manusia yang anggotanya saling berhubungan satu sama lain. Secara makna kata masyarakat mengacu pada sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang  teratur yang mengutamakan hubungan timbal balik antar sesama anggota masyarakat.  Masyarakat secara umum juga merupakan kelompok yang terdiri dari indiviu-individu yang memeliki ketergantungan anatar satu dan yang lain dalam memenuhi kepentingan hidup yang berbeda-beda antar anggota yang satu dengan yang lain. Dalam masyarakat sangat dimungkinkan untuk terjadinya simbiosis atau hubungan saling timbal balik dalam berbagai aspek kehidupan.

Simbiosis yang terjadi bisa beranekaragam ada  timbal balik yang saling menguntungkan namun ada juga hubungan timbal balik dimana hanya ada sebelah pihak yang diuntungkan dan yang lain tidak. Simbiosis terjadi dalam berbagai aspek kehidupan dalam masyarakat ini terjadi secara alamiah dan tetap dipertahankan dengan maksud untuk menciptakan keselarasan hidup dan kenyamanan bersama dalam bermasyarakat. Adapun hubungan timbal balik yang jelas terjadi ditengah masyarakat bisa kita lihat dari kegiatan ekonomi.

Manusia sebagai makhluk sosial juga merupakan makhluk ekonomi. Yang memiliki keinginan atau kecenderungan  untuk memuaskan dirinya dengan memenuhi  kebutuhan hidupnya baik kebutuhan primer seperti sandang, pangan dan papan maupun kebutuhan sekunder seperti pendidikan, transportasi dan barang-barang rumah tangga. Oleh karana itu masyarakat secara umum punya hubungan yang erat dengan ekonomi, karena masyarakat akan berusaha mencapai kepuasaan untuk memenuhi kebutuhannya.

Secara pemenuhan kebutuhan, masyarakat mempunyai kekhawatiran yang besar dalam kelangsungkan hidupnya hal ini bisa dilihat dari munculnya persaingan-persaingan antar kelompok individu didalam suatu kelompok itu sendiri yang kemudian membuat timbulnya kompleksitas dan hubungan timbal balik yang ada. Biasanya persaingan yang ada meliputi pemilihan sumber daya dan penekannya pada aspek faktor produksi agar sektor produksi yang dijalankan oleh masing- masing kelompok itu bisa terus berjalan ditengah kelangkaan yang ada. Masyarakat secara keseluruhan adalah sebagai subjek pelaku ekonomi yang memiliki potensi yang baik dalam menghasilkan out put baik barang dan jasa jika kemudian masyarakat itu sendiri mau berkomitmen untuk melakukan kegiatan ekonomi secara profesional.

Output yang dihasilkan pun kemudian bisa berguna dalam berbagai sektor kehidupan. Dalam mengembangkan faktor- faktor produksi yang ada dasar dari pengembangan hal tersebut harus dilandasi dengan sifat kreatif, kritis dan inovatif. Kesejahteraan anggota masyarakat secara ekonomi bisa ditentukan dari seberapa besar masyarakat itu bisa mengolah faktor produksi yang ada itu kemudian di jual dan memiliki nilai. Jika kemudian pengelolaan yang dilakukan masyarakat itu baik maka kesejahteraan masyarakat akan meningkat dan berlaku sebaliknya jika kemudian pengelolaan sumberdaya sebagai faktor produksi yang ada dimasyarakat kurang baik maka akan menimbulkan kesenjangan antar sesama anggota masyarakat dalam satu masyarakat tersebut. Selain melakukan kegiatan produksi masyarakat juga memiliki hubungan yang erat dengan prilaku Ekonomi atau nilai nilai dalam ekonomi itu sendiri sebab masyarakat juga melakukan konsumsi dan distribusi atau pemerataan, baik pemerataan pendapatan atau pemerataan output hasil produksi.

Oleh karena itu masyarakat secara umum memiliki kaitan yang erat dengan ekonomi. Karena masyarakat adalah organisasi manusia yang butuh untuk terpenuhi kebutuhannya dengan cara saling timbal balik antara anggota masyarakat yang satu dengan yang lain. Selain itu masyarakat juga melakukan kegiatan- kegiatan ekonomi seperti produksi, konsumsi dan distribusi oleh karena itu masyarakat juga masuk kedalam pelaku ekonomi. Masyarakat juga secara tidak langsung menjadi bagian utama yang potensial untuk meningkatkan kesejahtraan manusia. Baik level rendah seperti misalnya kelompok manusia itu sendiri atau pun secara luas sebuah negara jika kemudian pengelolaan yang dilakukannya baik.

Iklan

Mahasiswa dan Masyarakat

IMG_20140105_043903

Mahasiswa secara definitif bisa diartikan sebagai sekelompok orang yang menimba Ilmu atau melakukan proses pembelajaran dalam ruang lingkup akademik di Institusi pendidikan Tinggi. Mahasiswa secara sosiologis dipandang oleh masyarakat memiliki derajat keilmuan dan pengetahuan yang lebih tinggi dibanding Siswa. Selain karena faktor usia yang relatif produktif sebagai bagian dari masyarakat, mahasiswa juga dianggap mampu memberikan analisa dan respon langsung dari kebijakan – kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. Baik melalui Tulisan, lisan, ataupun penyampaian langsung yang dapat mewakili aspirasi dan penilain masyarakat terhadap pemerintah.  Hal ini lah yang memengaruhi peran dan tanggung jawab seorang mahasiswa di hadapan masyarakat.

Mahasiswa dan masyarakat dalam struktur sosial adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan satu dan lainnya. Mahasiswa adalah bagian penting dari masyarakat yang satu sama lain saling memengaruhi dalam turut andil memberikan aspirasi kepada pemegang kekuasaan. Mahasiswa lewat keterjangkauan Informasi dan tingkat intelektualitas yang tinggi diharapkan mampu memberikan pencerdasan dan kontribusi positif terhadap kehidupan bangsa. Disisi lain masyarakat dengan keheterogenan dan berbagai potensi didalamnya juga mampu bersinergi untuk ikut terlibat aktif memeberikan dukungan dan penilaiannya terhadap kondisi bangsa dan Negara. Yang mana keduanya akan berujung pada terciptanya kesejahtraan dan kemakmuran bangsa.

Menelisik kembali pada sejarah, mahasiswa dan masyarakat pernah mengalami puncak hubungan yang begitu emosional pada peristiwa tahun 1998. Dimana antara mahasiswa dan masyarakat keduanya terlibat langsung dalam merespon keberadaan pemerintah kala itu. Mahasiswa sebagai motor penggerak menghidupkan kembali cahaya harapan masyarakat yang kala itu padam karena kepemerintahan yang diktator dan berat sebelah. Hingga akhirnya kedua elemen tersebut mampu merubah kondisi pra 1998 menuju era reformasi hingga hari ini. Namun jika kita perhatikan kondisi kekinian, keterkaitan dan hubungan antara mahasiswa dan masyarakat tidak sebaik pada masa reformasi kala itu.

Keterlibatan mahasiswa dalam ikut serta merespon kebijakan pemerintah kini tidak lagi membangkitkan semangat perubahan ditegah masyarakat. Begitupun masyarakat, mereka memilih jalannya sendiri untuk mencapai aspirasinya. Sehingga antara mahasiswa dan masyarakat mulai tak seiring sejalan dalam menyuarakan aspirasi. Mahasiswa dianggap tidak lagi peka terhadap kebijakan –kebijakan yang dikeluarkan, respon yang dilakukan dianggap tumpul karena hanya bersifat kajian dan bahasan teoritis tanpa adanya langkah konkrit penyelesaian. Hal ini yang membuat semangat perubahan dikalangan masyarakat mulai meredup pasca 1998.

Adapun yang menjadi titik penting dari mulai melonggoranya kepercayaan masyarakat terhadap mahasiswa hari ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Diantaranya adalah mengendurnya pola hubungan interaksi langsung dari mahasiswa terhadap kondisi yang dihadapi oleh masyarakat. Sehingga masyarakat tidak lagi merasa terwakili aspirasinya oleh mahasiswa. Mahasiswa kerap dianggap terlalu berkutat pada urusan akademik tanpa memikirkan nasib dan kondisi sosial masyarakat disekitarnya. Selain itu, terjadi kesenjangan informasi dan kebersatuan pemikiran antara mhasiswa dan masyarakat. Dimana mahasiswa kini tidak lagi memeberikan pencerdasan positif ditengah masyarakat. Sehingga terkesan ada jarak diantara mahasiswa sebagai kaum akademik dan masyarakat yang merasakan langsung kebijakan-kebijakan dari pemerintah.

Kondisi tersebut hanya bisa membaik jika mahasiswa dalam  hal ini mencermati kondisi sosial masyarakat dari atas sampai ke akar rumput secara tuntas dan  tajam. Menggali sebanyak-banyaknya respon dari masyarakat, menampung aspirasinya, dan  turut merasakan  apa  yang  masyarakat rasakan. Mewujudkan  mahasiswa sebagai pemuda yang  tidak hanya berprestasi akademik namun juga baik dan dipercaya secara sosial. Dan hal tersebut juga menjadi hal yang  penting untuk dicatat dan diperhatikan. Sebab banyak diantaranya kondisi dimana masyarakat dan  mahasiswa saling membutuhkan  peranannya  satu sama lain sebagai  penggerak perubahan. Dan hal itu semata-mata dilakukan  untuk mewujudkan kesejahtraan dan kemakmuran kepada bangsa dan  negara sebagaimana yang dicita-citakan pendahulu dan pendiri bangsa. Dan harapan itu selalu ada.

Nurfahmi Islami Kaffah