Penulis: nurfahmiislamikaffah

Belajar meraih cita-cita setinggi mungkin, semanfaat mungkin, dan semaksimal mungkin untuk kehidupan Dunia dan akhirat.

Nissan Grand Livina, Persembahan terbaikku untuk keluarga

Ada banyak pertimbangan untuk saya memilih mobil jenis apa yang akan saya beli untuk keluarga, terlebih ini adalah mobil perdana bagi keluarga saya. Belakangan ini perkembangan model, desain dan fitur mobil di indonesia terus berkembang mengikuti kebutuhan dan kemajuan teknologi yang ada. Namun pilihan saya jatuh kepada Nissan Grand Livina sebagai mobil terbaik bagi keluarga saya. Bagi saya Nissan Mobil Terbaik pilihan keluarga indonesia diantara semua pilihan model dan jenis mobil yang ada.

Untuk Sebuah mobil perdana, saya ingin memberikan yang terbaik bagi keluarga. Saya tak ingin tanggung-tanggung dan tentunya saya telah selektif mencari banyak informasi sebelum akhirnya memutuskan memilih mobil Nissan Grand Livina sebagai mobil keluarga saya. Saya ingin Mobil yang kami miliki bukan saja menjadi tunggangan kami sekeluarga, namun menjadi bagian dari cerita kebagahagiaan keluarga kami karena menjadi teman perjalanan yang membersamai kisah suka kami sekeluarga. Oleh karenanya saya ingin mobil terbaik dan Nissan Mobil Terbaik  yang saya pilih untuk mengarungi kisah bersama keluarga saya.

Saya percaya bahwa kriteria dasar sebuah mobil idaman adalah yang mampu menampung dan menfasilitasi kebutuhan serta aktivitas keluarga kami. Oleh karenanya kami membutuhkan mobil dengan kapasitas yang besar dengan daya tampung yang cukup namun juga nyaman sehingga dapat merangkum kehangatan keluarga kami didalamnya. Dan Nissan Grand Livina mampu menjawabnya dengan desain modern Grand Livina juga memiliki kapasitas yang luas sehingga saya yakin akan ada banyak cerita, gelak tawa dan kebahagiaan mengiringi perjalanan kami.

grand-livina-capable-and-comfortable

grand-livina-practicality

Adik, Ayah, Ibu, paman dan Kakek bisa lebih leluasa menaruh perlengkapan dan keperluan mereka tanpa harus takut merasa sempit di dalam Mobil, karena Grand Livina mempunyai kabin yang luas sehingga kami leluasa mengoptimalkan tiap sisi ruangnya.

grand-livina-practicality-2  seat

Dari segi kualitas mesin dan daya tahan, saya tak perlu ragu lagi karena Nissan telah terbukti mampu berinovasi dengan tetap mempertahankan mutu kualitas mesinnya sehingga tidak menyulitkan. Karena Nissan Grand Livina di desain memiliki mesin yang tangguh dengan performa yang prima. Grand Livina hadir dengan Mesin baru HR15DE 1500cc dengan Dual Injector dan Twin VTC (Intake & Exhaust) menghasilkan perpaduan optimal antara performa mesin dengan efisiensi bahan bakar sehingga Nissan Grand Livina akan menjadi sahabat terbaik bagi perjalanan keluarga Livina.

New Engine HR15DE

Tidak hanya itu, saya juga berharap mobil perdana kami adalah mobil yang lincah yang mampu menghadirkan performa yang optimal ditengah kepadatan jalan namun juga aman sehingga mengurangi segala resiko dan kemungkinan yang ada. Dan Nissan Grand Livina Sekali lagi mampu menghadirkan itu semua dalam satu kesatuan sehingga tidak ada kata lain bagi saya kecuali memilih Nissan Grand Livina sebagai mobil terbaik pilihan keluarga

 dual srs airbags

Oleh karenanya saya ingin mempersembahkan kebaikan Nissan Grand Livina sebagai kado terbaik untuk Ibu, ayah, istri dan anak-anak saya. Untuk mereka saya hanya ingin yang terbaik dan Nissan Grand Livina adalah Mobil Terbaik pilihan keluarga indonesia. Jadi bagi anda keluarga Indonesia, berikanlah yang terbaik untuk Keluarga Anda, bagi kenyamanan, keamanan, kebahagiaan bersama mereka. Nissan Mobil Terbaik pilihan keluargaku, kalau kamu?

grand-livina-introduction-1

 

 

 

Menantikan Wajah Baru Kota Depok

38516_620

Tak lama lagi perhelatan akbar menuju Pilkada serentak akan diselenggarakan diseluruh daerah di Indonesia. Tak terkecuali bagi kota yang telah berusia 16 tahun ini, kota Depok. Depok sebagai salah satu kota yang tengah tumbuh dan berkembang memiliki banyak tantangan dan juga peluang kedepan. Momentum pemilihan kepala daerah serentak ini menjadi momentum lompatan prestasi dan juga pembangunan kota Depok.

Depok sebagai kota yang berada diantara Ibu Kota Jakarta dan kota Bogor ini, dalam kurun waktu satu dasawarsa ini telah melahirkan banyak peningkatan dan prestasi. Seperti Penghargaan yang baru saja diraih yakni Penghargaan Kota Layak Anak pada tahun 2015 dan Penghargaan Kota Cerdas pada tahun 2015. Tentu prestasi dan penghargaan ini tidak bisa dilepaskan dari peran serta kepemimpinan dan juga partisipasi aktif warga Depok untuk ikut serta dalam proses pembangunan.

Peran kepemimpinan di kota Depok jelas sangat penting mempengaruhi wajah kota dalam lima tahun kedepan. Depok menanti pemimpin yang memahami kebutuhan serta berpengalaman mengatur srategi pembangunan kota Depok. Bukan hanya itu, namun dalam percaturan global peran kota Depok juga harus lebih konkrit untuk berkontribusi pada kompentensi bangsa di persaingan global.

Betapa tidak, keterbukaan akses informasi dan teknologi dewasa ini menuntut kota-kota besar dan potensial untuk memfasilitasi masyarakatnya menjangkau informasi dan juga kemajuan teknologi tersebut. Hal ini pun di aminkan oleh pemerintah kota Depok, yang bertekad mewujudkan kota Depok sebagai smart City ditahun 2025. Sehingga pembangunan dan proses untuk mencapai target tersebut haruslah diteruskan dan dibangun secara berkelanjutan.

Wajah baru kota Depok sejatinya tidak hanya ditentukan oleh kinerja pemerintah daerah yang dalam hal ini diemban oleh Walikota dan wakil Walikota Depok saja. Sebab kemajuan suatu masyarakat juga ditentukan oleh peran aktif masyarakat itu sendiri dalam memajukan kota dan juga lingkungannya. Sehingga pemilihan Walikota dan wakil Walikota Depok ditahun ini, kembali menjadi momentum bagi masyarakat Depok untuk menyambut perubahan dan kemajuan diwaktu yang akan datang.

Depok membutuhkan pemimpin yang jeli dan teliti melihat potensi kota Depok serta mengelolanya untuk kesejahteraan masyarakat Depok. Peran kepemimpinan yang baik disertai dengan partisipasi masyarakat Depok yang aktif tentu akan memberikan pengaruh yang positif terhadap pembangunan dan peningkatan kesejahteraan. Mari bersiap untuk menyambut wajah baru kota Depok. Membangun kota Depok menjadi kota yang maju dan terbaik.

http://www.hariandepok.com/45792/menantikan-wajah-baru-kota-depok 

Info Penting : Alamat Redaksi Bag. 2

Anda punya keinginan menulis dalam media massa? Anda yakin karya Anda bagus dan layak diterbitkan? Lho, kenapa tidak dikirim ke media yang menyediakan ruang menulis untuk mahasiswa? Kalau tulisan Anda dimuat honornya lumayan juga lho. Nah, berikut saya berbagi alamat media yang menerima karya terbaik Anda. Ayo, kirim sekarang juga.

Daftar Rubrik Mahasiswa di Media Massa

No.

Media Massa

Nama Rubrik

Tema

Panjang Tulisan

Pengiriman

Tayang

Honor (Rp)

1.

SKH Kedaulatan Rakyat Suara Mahasiswa (SWAKA) Bebas; aktual 2 lembar kuarto, spasi 1,5-2 cm Antarkan langsung ke kantor redaksi Jalan P. Mangkubumi 42-46 Yogyakarta berupa print out naskah dan/atau CD yang berisi naskah dan foto diri yang telah di-scan. Selasa 75.000

2.

SKH Kedaulatan Rakyat KR Peduli Pendidikan Bebas; aktual 2 lembar kuarto, spasi 1,5-2 cm Antarkan langsung ke kantor redaksi Jalan P. Mangkubumi 42-46 Yogyakarta berupa print out naskah dan/atau CD yang berisi naskah dan foto diri yang…

Lihat pos aslinya 646 kata lagi

Memilih pemimpin Negeri menentukan Masa Depan Bumi Pertiwi

Gambar

calon presiden Indonesia periode 2014-2019

Indonesia kini berada digerbang pilihan-pilihan yang akan menentukan arah gerak negara untuk masa  mendatang. Momentum itu kian lama kian terasa dan semakin dekat menghampiri kita. Pasalnya, Pemilu presiden dan wakil presiden tidak lama lagi akan digelar. Dimana estafet tangga kemajuan bangsa akan bergulir dan berpindah kepada pemimpin baru. Pemimpin yang dipercaya dan dipilih oleh rakyat untuk mengemban amanah diperiode lima tahun mendatang. Dan yang menjadi masalah adalah apakah bangsa Indonesia sudah siap menghadapi pilihan-pilihan itu?

Pilihan-pilihan yang bukan hanya sebatas pada kandidat calon yang mengajukan dirinya saja. Namun juga pilihan atas ide, prinsip dan cita-cita dari seorang pemimpin tersebut untuk bangsanya. Tentu ini menjadi pertanyaan mendasar, melihat Indonesia sebagai Negara yang besar yang memiliki hampir 240.000.000 Jiwa ini mempunyai banyak permasalahan dan tantangan yang mesti dijawab dan diselesaikan. Mulai dari permasalahan sosial politik, ekonomi, hukum, kesehatan, pendidikan dan berbagai masalah dan tantangan lainnya.  Dan oleh karenanya memilih pemimpin hari ini akan menentukan bagaimana Indonesia menjawab persoalan itu untuk masa yang akan datang.

Memilih pemimpin tentu bukan menjadi hal yang sulit, jika pada prosesnya rakyat Indonesia memahami dan meresapi makna dari pilihan-pilihan tersebut. Mendasari pilihannya pada hati nurani dan kesadaran yang tinggi akan pentingnya kepemimpinan bagi Indonesia. Memilih dengan kemauan sendiri, bukan dengan paksaan apalagi bayaran atas suara yang diberikan. Setiap suara memiliki nilai dan berharga bagi Negara. Dimana setiap suara dipandang sama mewakili kedaulatan rakyat sebagai pemilik kedaulatan tertinggi didalam bernegara. Dan keberadaannya turut menentukan bagaimana indonesia dihari-hari yang mendatang. Oleh karenanya menjadi pemilih yang cerdas adalah suatu kewajiban yang mesti dimiliki oleh seluruh rakyat Indonesia.

Sebab Permainan Media, rekayasa opini, kampanye hitam dan sebagainya adalah hal yang biasa terjadi dalam percaturan perpolitikan dinegeri ini. Tapi pada dasarnya masyarakatlah yang akan menilai dan menentukan sendiri siapa pemimpin yang paling ideal bagi mereka. Yakni Pemimpin yang mewakili aspirasi dan mampu menjawab harapan rakyatnya. Pemimpin yang mampu mewujudkan cita-cita bangsa dan menciptakan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia.

Oleh karenanya semangat dan pemahaman ini mesti terus ditumbuhkan. Karena satu suara turut menentukan masa depan Indonesia. Dimana memilih pemimpin berarti menentukan arah gerak bangsa indonesia untuk menjawab tantangan diwaktu yang akan datang. Dan pilihan itu ada ditangan kita, ditangan seluruh bangsa indonesia.  Untuk memilih pemimpin yang Amanah, berkredibilitas tinggi,  mewakili aspirasi rakyatnya dan mampu memberikan perbaikan dan kemajuan bagi  Indonesia di masa yang akan datang.

tulisan telah dimuat di : http://www.dakwatuna.com/2014/05/17/51407/memilih-pemimpin-negeri-menentukan-masa-depan-bumi-pertiwi/#axzz32iQQCUWg

 

Indonesia, Keislaman, dan Kepemimpinan Nasional Masa Depan

Gambar

Dalam sejarah bangsa Indonesia, kemerdekaan dan lahirnya bangsa ini tidak bisa dilepaskan dari keterlibatan peran para Ulama dan pemimpin Islam di masa lalu. Kita menyadari dan memahami bersama bahwa Negara ini berdiri dengan banyak sekali tetesan keringat, kucuran darah, serta ide dan gagasan para Pahlawan Indonesia. Termasuk diantaranya dari para pejuang Islam dan Cendikiawan Muslim di zaman itu. Sejarah juga menyimpan catatan penting, bahwa Negara Indonesia adalah salah satu negara yang berhasil merangkum keberagaman dan kemajemukan menjadi sebuah harmoni bernegara yang didasari dengan satu latar belakang kesadaran religiusitas yang besar.

Oleh karenanya, dorongan akan sejarah dan nilai yang ada di masyarakat hari ini membuat dinding pemisah antara agama dan negara sudah tidak ada lagi. Keduanya bersatu dan berpadu menjadi satu nama dan satu identitas, Indonesia.

Pemahaman akan kondisi ini mengalir dan menjalar merata menjangkau seluruh aspek kehidupan berbangsa. Bukan hanya dalam tataran kehidupan pribadi dan sosial saja, namun juga menyangkut kehidupan kenegaraan. Dimana dampaknya dalam bernegara, kita sudah tidak asing dan tidak sungkan lagi menunjukkan identitas keagamaannya dalam kehidupan sehari-hari.

Bahkan bukan hanya yang berkaitan dengan simbolisasi saja, namun juga yang berkaitan ideologi dalam hal ini keislaman. Oleh karena Negara menyadari bahwa Islam menjadi bagian penting pembentuk ideologi Negara dan keberadaannya tidak bisa dilepaskan dari aspek dan nafas kehidupan bangsa.

Jika kita bicara tentang ideologi, akar sejarah dan juga keislaman yang ada di Indonesia hari ini, tentu tidak akan pernah bisa dilepaskan dari pengaruh kepemimpinan yang ada. Indonesia sebagai negara yang besar dan majemuk, tumbuh dengan kesadaran nilai religiusitas yang tinggi. Dan kondisi ini tidak bisa dilepaskan dari peran pemimpin di masa lalu. Tokoh-tokoh seperti Wahid Hasyim, KH. Hasyim Azhari, KH. Ahmad Dahlan, Mohammad Natsir adalah beberapa nama tokoh yang hadir di masa itu.

Namun kiranya, menjelang pergantian kepemimpinan negara Indonesia hari ini kita belum melihat dan merasakan muncul pemimpin seperti halnya masa lalu. Kita sampai hari ini belum melihat adanya calon pemimpin yang memiliki kapasitas dan integritas seperti mereka.

Sampai hari ini, Indonesia dengan mayoritas penduduk yang beragama Islam belum memiliki calon pemimpin yang kokoh. Pemimpin yang bisa mewakili ide, gagasan dan nilai-nilai keislaman yang dimiliki bangsa Indonesia. Umat Islam di Indonesia hari ini mesti terus menumbuhkan semangat dan serius dalam menyiapkan hal ini. Karena pada dasarnya, kepemimpinanlah yang akan memengaruhi arah gerak bangsa dan negara ini.

Dan kita, sampai hari ini, masih belum menemukan sosok itu. Bursa kepemimpinan nasional masih diwarnai oleh elit yang hanya memiliki pandangan umum dan belum memiliki keberpihakan terhadap umat Islam. Yang dampaknya adalah setelah kepemimpinannya terwujud umat Islam sering dikesampingkan.

Oleh karenanya, mencari dan membentuk pemimpin yang memiliki nilai, ide dan gagasan tentang masa depan umat Islam di Indonesia adalah suatu keharusan dan prioritas umat Islam Indonesia hari ini. Umat Islam mesti menyiapkan dengan baik pemimpin-pemimpin yang siap dan memiliki standar tersebut. Pemimpin-pemimpin dengan pemahaman Islam yang menyeluruh, memiliki ide dan gagasan tentang keisalaman yang jauh ke depan, berintegritas, kredibel dan siap membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang unggul.

Telah dimuat juga di dakwatuna: http://www.dakwatuna.com/2014/05/06/50841/indonesia-keislaman-dan-kepemimpinan-nasional-masa-depan/#ixzz31UKZdpDm 

Optimalisasi Informasi untuk meningkatkan angka partisipasi pendidikan Tinggi


IMG_2031 “Setiap warga Negara Berhak mendapat pendidikan”
 (pasal 31 UUD 1945)

Kutipan pasal Undang-undang Dasar 1945 tersebut kiranya sudah sering kita dengar ataupun lihat dalam tulisan-tulisan ilmiah ataupun  diskusi-diskusi lainnya.  Isi pasal tersebut tampaknya terlalu ideal menggambarkan hal yang harus diperbuat  penyelenggara negara dalam mengurusi  pendidikan rakyatnya. pasal tersebut menjadi dasar keluarnya kebijakan terkait pendidikan diindonesia namun implementasi dari kebijakan tersebut tak terdengar gaungnya sampai keseluruh pelosok negara. Fakta menyatakan bahwa meningkatnya angka partisipasi pendidikan dasar dalam kurun waktu 10 tahun antara 2003 sampai tahun 2013 ini tidak menunjukkan keseimbangan dengan pemerataan pendidikan menengah atas dan tinggi. Pasalnya Angka partisipasi pendidikan tinggi masih terpaut jauh jika dibandingkan dengan pendidikan dasar dan menengah. Angka partisipasi terhadap perguruan tinggi hanya berkisar dimana partisipasi peguruan tinggi hanya 18,7 % saja. [1]

Hal ini setidaknya menunjukkan adanya celah yang mestinya dioptimalkankan oleh pemerintah agar terwujudnya tujuan negara sebagaimana yang terdapat dalam alinea ke 4 pembukaan UUD 1945 Yakni “Mencerdaskan Kehidupan bangsa”.[2] Diantara permasalahan pendidikan yang ada hari ini adapun yang menjadi titik yang menjadi sorotan adalah pemahaman bahwa pendidikan adalah kunci untuk mencapai dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sampai hari ini masih banyak diantara masyarakat yang belum mengerti tentang keterkaitan antara pendidikan dan taraf hidup ataupun kesejahteraan. Rendahya kesadaran terhadap hal tersebut acapkali dianggap sebagai penyebab rendahnya pula prosentase partisipasi masyarakat dalam pendidikan. Tanggung jawab pemerintah sesungguhnya bukan hanya bertanggung jawab terhadap pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi terhadap kebijakan terkait pendidikan tetapi diatas semua itu adalah memberikan penyadaran dan edukasi secara langsung tentang urgensi pentingnya pendidikan bagi kehidupan.  Karena dengan pemahaman dan kesadaran yang baik dari masyarakat akan pentingnya suatu pengajaran dan pendidikan maka akan secara otomatis menggerakkan masyarakat untuk terlibat dalam pendidikan khususnya pendidikan menengah dan tinggi.

Banyaknya  kebijakan yang menfasilitasi masyarakat untuk terlibat aktif dalam pendidikan menengah dan tinggi pun sampai hari ini dirasa belum maksmal. Minimnya informasi yang sampai ke pelosok masyarakat menjadi penyebab utama tumpulnya kebijakan  kebijakan yang dilakukan. Paradigma masyarakat tentang mahalnya biaya yang dikeluarkan untuk pendidikan dirasa masih lebih dominan dimasyarakat dibanding informasi-informasi kemudahan yang telah disediakan oleh pemerintah. Seperti halnya program wajib belajar 9 dan 12 tahun atau kemudian program pembiayaan Bidik misi bagi Perguruan Tinggi gaungnya meredam dan tak terdengar di pelosok-pelosok negeri. Sehingga minimnya informasi ditambah ketiadaan integrasi terkait perluasan informasi kebijakan tersebut membuat peningkatan tidak tajam. Adapun tujuan penulisan essay ini adalah memberikan pemahaman tentang pentingnya menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk terlibat aktif dalam pendidikan menengah dan tinggi pada umumnya selain itu memberikan alternatif cara perluasan informasi agar dapat mengoptimalkan pelaksanaan pendidikan agar terciptanya kesejahteraan masyarakat.

  1. A.     Pembahasan

Minimnya pemahaman ditambah rendahnya informasi yang diberikan dirasa menjadi penyebab utama belum optimalnya pelaksanaan program dan kebijakan pemerintah terkait pendidikan. Tingginya angka penduduk usia 15-21 tahun ( usia pendidikan menengah dan tinggi) yang mana jika kita kaitkan dengan data partisipasi pendidikan pada SMA dan PT menunjukkan ketimpangan yang cukup besar. Sampai hari ini jumlah mahasiswa yang terdidik di indonesia barulah mencapai 4,6 juta jiwa sedangkan yang berada dalam rata-rata usia tersebut berjumlah 25 juta jiwa.

Jika ditelaah lebih lanjut apakah benar faktor ekonomi masyarakat yang menjadi penyebab utamanya, ataukah ada faktor lain selain hal tersebut yang menjadi penyebab rendahnya partisipasi dalam pendidikan tinggi. hal ini menunjukkan kejanggalan jika kita melihat duduk permasalahn tersebut dari segi pendanaan, pasalnya anggaran pendidikan sebagai mana yang termaktub dalam pasal 21 ayat 2 UU No 2 TAHUN 2010 tentang  Perubahan atas UU No 47 tahun 2009 tentang Anggaran pendapatan belanja Negara tahun 2010 dinyatakan bahwa:

  1.  Anggaran pendidikan adalah sebesar  Rp225.229.295.262.400,00 (dua ratus dua puluh lima triliun dua ratus dua puluh sembilan miliar dua ratus sembilan puluh lima juta dua ratus enam puluh dua ribu empat ratus rupiah).
  2. Persentase anggaran pendidikan adalah sebesar 20,0% (dua puluh koma nol persen), yang merupakan perbandingan alokasi anggaran pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terhadap total anggaran belanja negara sebesar Rp1.126.146.476.312.000,00 (satu kuadriliun seratus dua puluh enam triliun seratus empat puluh enam miliar empat ratus tujuh puluh enam juta tiga ratus dua belas ribu rupiah).[3]

Dari kutipan pasal tersebut kita bisa mengetahui bahwa seungguhnya ada porsi yang besar dari segi anggaran yang sudah dipertimbangkan oleh pemerintah untuk pendidikan yang mana dengan jumlah tersebut mestinya bisa dioptimalkan untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat. Hal ini juga bisa dilihat melalui keberadaan program-program penunjang yang menyita anggaran namun belum maksimal menammpung kebutuhan masyarakat. Adapun yang menjadi point penting dari permasalahan pemerataan pendidikan seperti yang diungkapkan diatas adalah masalah pemahaman dan kesadaran masyarakat yang masih rendah untuk ikut serta dalam pendidikan ditaraf yang lebih tinggi.

Hal ini utamanya masih kental betul jika kita coba telisik lebih lanjut perbandingan kepedulian masyarakat tentang pendididikan antara masyarakat pedesaan dengan perkotaan. Tentu kita akan mendapati ketimpangan yang tajam dimana masyarakat kota memiliki tingkat pemahaman yang lebih tinggi dibanding pedesaan. Artinya masyarkat perkotaan secara umum melihat bahwa pendidikan menengah dan tinggi adalah hal yang penting untuk dicapai demi meninggkatkan kesejahteraan. Disisi lain dipedesaan atau dipelosok secara umum bisa dkatakan berlainan karena secara sosial dengan keterbatasan informasi dan kontak sosial masyarakat dipelosok lebih memilih untuk bekerja dibanding sekadar kuliah selama beberapa tahun lantas bekerja. Dikaitkan dengan peran pedesaan menyediaakan kebutuhan penunjang bagi perkotaan maka paradigma untuk bekerja lengsung dibanding menempuh pendidikan menjadi hal yang dominan dimasyarakat.

Maka dalam hal ini perlu penyikapan yang serius dari pemerintah untuk mengatasi hal tersebut. Solusi permasalahan ini buka lagi dilakukan dalam ranah kebijakan saja, namun perlu langkah kongkrit yang digunakan untuk membentuk paradigma baru masyarakat tentang pendidikan. Peran pemerintah semestinya tidak lagi sebatas kreator regulasi semata namun juga memastikan regulasi yang telah dibuatnya bisa berjalan dan diterima oleh masyarakat. Perlu ada inovasi dalam pelaksanaan dan implementasi program-program pemerintah. Jangan sampai  dengan pengalokasian dana yang besar tidak berdampak bagi meningkatkannya akses pendidikan masyarakat.

Optimalisasi pertama yang mesti dilakukan dalam rangka meningkatkan peran serta masyarakat dalam pendidikan menengah dan tinggi adalah inovasi dalam publikasi program-program yang sudah dibuat. Studi kasus inforamasi Bidik misi misalnya, perlu adanya cara baru yang bisa menembus segala lapisan masyarakat baik kota maupun desa agar faham tentang adanya kemudahan untuk berkuliah tanpa harus mengeluarkan biaya. Pemerintah setidaknya harus mengerti sudut pendang masyrakat lalu kemudian mengarahkan paradigma tersebut kepada paradigma baru dengan sebuah alternatif. Pemahaman masyarakat tentang mahalnya biaya pendidikan mesti diredam, dan diluruskan bahwa terkait pembiayaan terhadap pendidikan tinggi dimungkinkan adanya jalur khusus yang pemerintah sediakan. Dan jalur tersebut diperuntukkan bagi keluarga yang memiliki keterbatasan dari segi ekonomi. Adapun terkait cara penanaman informasi tersebut pemerintah bisa menggunakan banyak cara yang memang sudah tersedia dan mestinya pemerintah bisa optimalkan. Salah satunya adalah mengoptimalkan fungsi pemerintahan terkecil dari kota ataupun kabupaten untuk mempublikasikan program tersebut. Contohnya kelurahan ataupun kantor kecamatan atau deaprtement sosial yang mana sebetulnya bisa dimanfaatkan sebagai sarana publikasi program-program pemerintah terkait pendidikan yang kemudian bekerjasama dengan dinas pendidikan setempat.

Selain berbasis informasi unit pemerintahan terkecil disektor kota atau kabupaten seperti kelurahan atau kecamatan tersebut bisa juga membantu terlibat dalam wujud pendataan. Pendataan ini berkaitan dengan pendataan berapabanyak warga kurang mampu didaerah tersebut yang kemudian beranggotakan keluarga yang masuk dalam usia 17-24 tahun (usia rata-rata menegah atas dan perguruan tinggi). untuk kemudian data tersebut diutamakan dan digunakan sebagai acuan dasar pemetaan masyarakat yang membutuhkan dalam hal ekonomi namun berpeluang untuk mendapat kemudahan untuk melanjutkan keperguruan tinggi. Adapun alternatif cara yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan  informasi tentang kemudahan yang pemerintah sediakan adalah berbasis integrasi fungsi setiap segmen pemerintahan.

Dimana yang dimaksud dengan integrasi fungsi setiap segmen pemerintahan adalah melibatkan semua elemen pemerintahan untuk ikut serta mempublikasikan kepada masyarakat tentang pentingnya pendidikan. Termasuk diantaranya segala kemudahan yang memang sudah pemerintah sediakan namun keterbatasan akses masyarakat menjadi buta akan hal tersebut. Karena lewat integrasi keterlibatan banyak pihak yang ikut menyentuh langsung kesadaran masyarakat disemua lini kehidupan ini maka secara berangsur-angsur pemahaman masyarakat pasti dapat membaik. Dengan harapan melalui Pemberian pemahaman yang baik ini masyarakat menjadi tergugah dan mau terlibat dalam melaksanakan pendidikan tinggi.

Selain itu jika ingin lebih dalam lagi pemerintah harus membuat cara-cara kreatif untuk turun langusng memberikan pemahaman kepada masyarakat berbasis non regulating. Misalnya membuat mobil pusat informasi keliling yang fungsinya adalh memberikan informasi terkait pendidikan dan kemudahan yang bisa didapat secara langsung kepada masyarakat dipelosok. Terutama masyarakat yang dalam hal ini sudah dipetakan sebagai masyarakat yang minim informasi nmun terdapat banyak objek terkait kebijakan yaitu masyarakat berusia 15-22 tahun diusia pendidikan menengah dan tinggi. adapun tugas dari mobil keliling ini adalah mengedukasi, mengontrol juga memberikan layanan dan menghimpun unit pemerintahan dibawah kecamatan ataupun kelurahan misalnya RT/RW agar mengetahui informasi pendidikan. Karena unit pemerintahan paling kecil dibawah kelurahan adalh RT/RW tersebut yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Sekarang bukanlah saatnya lagi pemerintah membuat sekedar regulasi tanpa pengawasan langsung memastikan masyarakat mengerti dan mengetahui namun sekarang pemerintah harus putar cara agar masyarakat bisa sadar dan tergerak mengikuti aturan dan atau standart yang telah pemerintah sediakan. Kecenderungan sosial memunculkan fakta menarik dilapangan bahwa masalah selesai dengan lebih cepat disaat sistem yang dibuat langsung bersentuhan dengan masyarakat. Adapun fungsi hukum dan regulasi yang dibuat adalah untuk memastikan dan juga memberikan koridor ketetapn yang bisa ditempuh.

Dilain sisi segi implementasi kebijakan menuntut pemerintah berinovasi dan kreatif untuk melaksanakan kewajibannya agar tujuan tercapai. Adapun cara optimalisasi pendidikan diindonesia mesti dikuatkan dari segi optimalisasi informasi terkait pemahaman dan penyadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan. Adapun segi peraturan dan kebijakan sebenarnya sudah cukup mengakomodir hanya saja banyak yang perlu dievaluasi terkait implementasi dan juga penanganan sehingga pemerintah harus memperbaikinya agar masyarakat dapat meilai kesungguhan pemerintah dalam melaksanakan tujun negara dalam hal ini mencerdaskan kehidupan bangsa.

  1. B.     Penutup

Adapun kesimpulan yang bisa ditarik dari penulisan ini adalah bahwa masalah ketidakmerataan pelakasanaan pendidikan di Indonesia dan penurunan tingkat partisipasi pendidikan tinggi dibandingkan dengan tingkat dibawahnya bukanlah disebabkan oleh faktor regulasi atau kebijakan semata.  Permasalahan tersebut lebih disebabkan pada minimnya informasi yang memperbaiki pemahaman masyarakat serta kurangnya edukasi yang bisa meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan. Adapun hal yang apat diperbuat untuk mengoptimalkan pendidikan demi terwujudnya kesejahteraan ditengah masyarakat adalah mengintegrasikan elemen pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat untuk memberikan informasi dan edukasi terkait pemahaman dan kesadaran tentang pentingnya pendiidkan dalam meningkatkan kesejhteraan masyarakat.

Pernulis yakin dengan informasi dan pemberian pemahaman yang benar kepada masyarkat paradigma yang selama ini membatasi masyarakat untuk ikut serta dalam pendididikan tinggi dapat diredam serta angka partisipasinya bisa semakin meningkat. Adapun cara yang dapat dilakuaka pemerintah adalah melakukan inovasi dalam memberikan informasi kepada masyarakat, sentuhan langsung terhadap masyarakat dengan ikut melibatkan institusi pemerintahan terkecil disetiap kota/kabupaten juga bisa digunakan untuk mendesak masyarakat untuk tergerak ikut serta dalam pendidikan. Selain itu monitoring langsung untuk memastikan semua masyarakat dapat mengakses informasi dan layanan dari pemerintah juga mesti ditingkatkan. Agar masyarakat memahami bisa pentingnya pendidikan lalu tergerak dan termotivasi untuk ikut serta dalam pendidikan dan bisa mencapai derajat kesejahteraannya. Untuk kehidupan masyarakat dan bangsa dan negara yang lebih baik dimasa mendatang.

Apa itu masyarakat dan hubungannya dengan Ekonomi

Image

Masyarakat adalah organisasi manusia yang anggotanya saling berhubungan satu sama lain. Secara makna kata masyarakat mengacu pada sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang  teratur yang mengutamakan hubungan timbal balik antar sesama anggota masyarakat.  Masyarakat secara umum juga merupakan kelompok yang terdiri dari indiviu-individu yang memeliki ketergantungan anatar satu dan yang lain dalam memenuhi kepentingan hidup yang berbeda-beda antar anggota yang satu dengan yang lain. Dalam masyarakat sangat dimungkinkan untuk terjadinya simbiosis atau hubungan saling timbal balik dalam berbagai aspek kehidupan.

Simbiosis yang terjadi bisa beranekaragam ada  timbal balik yang saling menguntungkan namun ada juga hubungan timbal balik dimana hanya ada sebelah pihak yang diuntungkan dan yang lain tidak. Simbiosis terjadi dalam berbagai aspek kehidupan dalam masyarakat ini terjadi secara alamiah dan tetap dipertahankan dengan maksud untuk menciptakan keselarasan hidup dan kenyamanan bersama dalam bermasyarakat. Adapun hubungan timbal balik yang jelas terjadi ditengah masyarakat bisa kita lihat dari kegiatan ekonomi.

Manusia sebagai makhluk sosial juga merupakan makhluk ekonomi. Yang memiliki keinginan atau kecenderungan  untuk memuaskan dirinya dengan memenuhi  kebutuhan hidupnya baik kebutuhan primer seperti sandang, pangan dan papan maupun kebutuhan sekunder seperti pendidikan, transportasi dan barang-barang rumah tangga. Oleh karana itu masyarakat secara umum punya hubungan yang erat dengan ekonomi, karena masyarakat akan berusaha mencapai kepuasaan untuk memenuhi kebutuhannya.

Secara pemenuhan kebutuhan, masyarakat mempunyai kekhawatiran yang besar dalam kelangsungkan hidupnya hal ini bisa dilihat dari munculnya persaingan-persaingan antar kelompok individu didalam suatu kelompok itu sendiri yang kemudian membuat timbulnya kompleksitas dan hubungan timbal balik yang ada. Biasanya persaingan yang ada meliputi pemilihan sumber daya dan penekannya pada aspek faktor produksi agar sektor produksi yang dijalankan oleh masing- masing kelompok itu bisa terus berjalan ditengah kelangkaan yang ada. Masyarakat secara keseluruhan adalah sebagai subjek pelaku ekonomi yang memiliki potensi yang baik dalam menghasilkan out put baik barang dan jasa jika kemudian masyarakat itu sendiri mau berkomitmen untuk melakukan kegiatan ekonomi secara profesional.

Output yang dihasilkan pun kemudian bisa berguna dalam berbagai sektor kehidupan. Dalam mengembangkan faktor- faktor produksi yang ada dasar dari pengembangan hal tersebut harus dilandasi dengan sifat kreatif, kritis dan inovatif. Kesejahteraan anggota masyarakat secara ekonomi bisa ditentukan dari seberapa besar masyarakat itu bisa mengolah faktor produksi yang ada itu kemudian di jual dan memiliki nilai. Jika kemudian pengelolaan yang dilakukan masyarakat itu baik maka kesejahteraan masyarakat akan meningkat dan berlaku sebaliknya jika kemudian pengelolaan sumberdaya sebagai faktor produksi yang ada dimasyarakat kurang baik maka akan menimbulkan kesenjangan antar sesama anggota masyarakat dalam satu masyarakat tersebut. Selain melakukan kegiatan produksi masyarakat juga memiliki hubungan yang erat dengan prilaku Ekonomi atau nilai nilai dalam ekonomi itu sendiri sebab masyarakat juga melakukan konsumsi dan distribusi atau pemerataan, baik pemerataan pendapatan atau pemerataan output hasil produksi.

Oleh karena itu masyarakat secara umum memiliki kaitan yang erat dengan ekonomi. Karena masyarakat adalah organisasi manusia yang butuh untuk terpenuhi kebutuhannya dengan cara saling timbal balik antara anggota masyarakat yang satu dengan yang lain. Selain itu masyarakat juga melakukan kegiatan- kegiatan ekonomi seperti produksi, konsumsi dan distribusi oleh karena itu masyarakat juga masuk kedalam pelaku ekonomi. Masyarakat juga secara tidak langsung menjadi bagian utama yang potensial untuk meningkatkan kesejahtraan manusia. Baik level rendah seperti misalnya kelompok manusia itu sendiri atau pun secara luas sebuah negara jika kemudian pengelolaan yang dilakukannya baik.