Bulan: Mei 2014

Memilih pemimpin Negeri menentukan Masa Depan Bumi Pertiwi

Gambar

calon presiden Indonesia periode 2014-2019

Indonesia kini berada digerbang pilihan-pilihan yang akan menentukan arah gerak negara untuk masa  mendatang. Momentum itu kian lama kian terasa dan semakin dekat menghampiri kita. Pasalnya, Pemilu presiden dan wakil presiden tidak lama lagi akan digelar. Dimana estafet tangga kemajuan bangsa akan bergulir dan berpindah kepada pemimpin baru. Pemimpin yang dipercaya dan dipilih oleh rakyat untuk mengemban amanah diperiode lima tahun mendatang. Dan yang menjadi masalah adalah apakah bangsa Indonesia sudah siap menghadapi pilihan-pilihan itu?

Pilihan-pilihan yang bukan hanya sebatas pada kandidat calon yang mengajukan dirinya saja. Namun juga pilihan atas ide, prinsip dan cita-cita dari seorang pemimpin tersebut untuk bangsanya. Tentu ini menjadi pertanyaan mendasar, melihat Indonesia sebagai Negara yang besar yang memiliki hampir 240.000.000 Jiwa ini mempunyai banyak permasalahan dan tantangan yang mesti dijawab dan diselesaikan. Mulai dari permasalahan sosial politik, ekonomi, hukum, kesehatan, pendidikan dan berbagai masalah dan tantangan lainnya.  Dan oleh karenanya memilih pemimpin hari ini akan menentukan bagaimana Indonesia menjawab persoalan itu untuk masa yang akan datang.

Memilih pemimpin tentu bukan menjadi hal yang sulit, jika pada prosesnya rakyat Indonesia memahami dan meresapi makna dari pilihan-pilihan tersebut. Mendasari pilihannya pada hati nurani dan kesadaran yang tinggi akan pentingnya kepemimpinan bagi Indonesia. Memilih dengan kemauan sendiri, bukan dengan paksaan apalagi bayaran atas suara yang diberikan. Setiap suara memiliki nilai dan berharga bagi Negara. Dimana setiap suara dipandang sama mewakili kedaulatan rakyat sebagai pemilik kedaulatan tertinggi didalam bernegara. Dan keberadaannya turut menentukan bagaimana indonesia dihari-hari yang mendatang. Oleh karenanya menjadi pemilih yang cerdas adalah suatu kewajiban yang mesti dimiliki oleh seluruh rakyat Indonesia.

Sebab Permainan Media, rekayasa opini, kampanye hitam dan sebagainya adalah hal yang biasa terjadi dalam percaturan perpolitikan dinegeri ini. Tapi pada dasarnya masyarakatlah yang akan menilai dan menentukan sendiri siapa pemimpin yang paling ideal bagi mereka. Yakni Pemimpin yang mewakili aspirasi dan mampu menjawab harapan rakyatnya. Pemimpin yang mampu mewujudkan cita-cita bangsa dan menciptakan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia.

Oleh karenanya semangat dan pemahaman ini mesti terus ditumbuhkan. Karena satu suara turut menentukan masa depan Indonesia. Dimana memilih pemimpin berarti menentukan arah gerak bangsa indonesia untuk menjawab tantangan diwaktu yang akan datang. Dan pilihan itu ada ditangan kita, ditangan seluruh bangsa indonesia.  Untuk memilih pemimpin yang Amanah, berkredibilitas tinggi,  mewakili aspirasi rakyatnya dan mampu memberikan perbaikan dan kemajuan bagi  Indonesia di masa yang akan datang.

tulisan telah dimuat di : http://www.dakwatuna.com/2014/05/17/51407/memilih-pemimpin-negeri-menentukan-masa-depan-bumi-pertiwi/#axzz32iQQCUWg

 

Iklan

Indonesia, Keislaman, dan Kepemimpinan Nasional Masa Depan

Gambar

Dalam sejarah bangsa Indonesia, kemerdekaan dan lahirnya bangsa ini tidak bisa dilepaskan dari keterlibatan peran para Ulama dan pemimpin Islam di masa lalu. Kita menyadari dan memahami bersama bahwa Negara ini berdiri dengan banyak sekali tetesan keringat, kucuran darah, serta ide dan gagasan para Pahlawan Indonesia. Termasuk diantaranya dari para pejuang Islam dan Cendikiawan Muslim di zaman itu. Sejarah juga menyimpan catatan penting, bahwa Negara Indonesia adalah salah satu negara yang berhasil merangkum keberagaman dan kemajemukan menjadi sebuah harmoni bernegara yang didasari dengan satu latar belakang kesadaran religiusitas yang besar.

Oleh karenanya, dorongan akan sejarah dan nilai yang ada di masyarakat hari ini membuat dinding pemisah antara agama dan negara sudah tidak ada lagi. Keduanya bersatu dan berpadu menjadi satu nama dan satu identitas, Indonesia.

Pemahaman akan kondisi ini mengalir dan menjalar merata menjangkau seluruh aspek kehidupan berbangsa. Bukan hanya dalam tataran kehidupan pribadi dan sosial saja, namun juga menyangkut kehidupan kenegaraan. Dimana dampaknya dalam bernegara, kita sudah tidak asing dan tidak sungkan lagi menunjukkan identitas keagamaannya dalam kehidupan sehari-hari.

Bahkan bukan hanya yang berkaitan dengan simbolisasi saja, namun juga yang berkaitan ideologi dalam hal ini keislaman. Oleh karena Negara menyadari bahwa Islam menjadi bagian penting pembentuk ideologi Negara dan keberadaannya tidak bisa dilepaskan dari aspek dan nafas kehidupan bangsa.

Jika kita bicara tentang ideologi, akar sejarah dan juga keislaman yang ada di Indonesia hari ini, tentu tidak akan pernah bisa dilepaskan dari pengaruh kepemimpinan yang ada. Indonesia sebagai negara yang besar dan majemuk, tumbuh dengan kesadaran nilai religiusitas yang tinggi. Dan kondisi ini tidak bisa dilepaskan dari peran pemimpin di masa lalu. Tokoh-tokoh seperti Wahid Hasyim, KH. Hasyim Azhari, KH. Ahmad Dahlan, Mohammad Natsir adalah beberapa nama tokoh yang hadir di masa itu.

Namun kiranya, menjelang pergantian kepemimpinan negara Indonesia hari ini kita belum melihat dan merasakan muncul pemimpin seperti halnya masa lalu. Kita sampai hari ini belum melihat adanya calon pemimpin yang memiliki kapasitas dan integritas seperti mereka.

Sampai hari ini, Indonesia dengan mayoritas penduduk yang beragama Islam belum memiliki calon pemimpin yang kokoh. Pemimpin yang bisa mewakili ide, gagasan dan nilai-nilai keislaman yang dimiliki bangsa Indonesia. Umat Islam di Indonesia hari ini mesti terus menumbuhkan semangat dan serius dalam menyiapkan hal ini. Karena pada dasarnya, kepemimpinanlah yang akan memengaruhi arah gerak bangsa dan negara ini.

Dan kita, sampai hari ini, masih belum menemukan sosok itu. Bursa kepemimpinan nasional masih diwarnai oleh elit yang hanya memiliki pandangan umum dan belum memiliki keberpihakan terhadap umat Islam. Yang dampaknya adalah setelah kepemimpinannya terwujud umat Islam sering dikesampingkan.

Oleh karenanya, mencari dan membentuk pemimpin yang memiliki nilai, ide dan gagasan tentang masa depan umat Islam di Indonesia adalah suatu keharusan dan prioritas umat Islam Indonesia hari ini. Umat Islam mesti menyiapkan dengan baik pemimpin-pemimpin yang siap dan memiliki standar tersebut. Pemimpin-pemimpin dengan pemahaman Islam yang menyeluruh, memiliki ide dan gagasan tentang keisalaman yang jauh ke depan, berintegritas, kredibel dan siap membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang unggul.

Telah dimuat juga di dakwatuna: http://www.dakwatuna.com/2014/05/06/50841/indonesia-keislaman-dan-kepemimpinan-nasional-masa-depan/#ixzz31UKZdpDm