Mahasiswa dan Masyarakat

IMG_20140105_043903

Mahasiswa secara definitif bisa diartikan sebagai sekelompok orang yang menimba Ilmu atau melakukan proses pembelajaran dalam ruang lingkup akademik di Institusi pendidikan Tinggi. Mahasiswa secara sosiologis dipandang oleh masyarakat memiliki derajat keilmuan dan pengetahuan yang lebih tinggi dibanding Siswa. Selain karena faktor usia yang relatif produktif sebagai bagian dari masyarakat, mahasiswa juga dianggap mampu memberikan analisa dan respon langsung dari kebijakan – kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. Baik melalui Tulisan, lisan, ataupun penyampaian langsung yang dapat mewakili aspirasi dan penilain masyarakat terhadap pemerintah.  Hal ini lah yang memengaruhi peran dan tanggung jawab seorang mahasiswa di hadapan masyarakat.

Mahasiswa dan masyarakat dalam struktur sosial adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan satu dan lainnya. Mahasiswa adalah bagian penting dari masyarakat yang satu sama lain saling memengaruhi dalam turut andil memberikan aspirasi kepada pemegang kekuasaan. Mahasiswa lewat keterjangkauan Informasi dan tingkat intelektualitas yang tinggi diharapkan mampu memberikan pencerdasan dan kontribusi positif terhadap kehidupan bangsa. Disisi lain masyarakat dengan keheterogenan dan berbagai potensi didalamnya juga mampu bersinergi untuk ikut terlibat aktif memeberikan dukungan dan penilaiannya terhadap kondisi bangsa dan Negara. Yang mana keduanya akan berujung pada terciptanya kesejahtraan dan kemakmuran bangsa.

Menelisik kembali pada sejarah, mahasiswa dan masyarakat pernah mengalami puncak hubungan yang begitu emosional pada peristiwa tahun 1998. Dimana antara mahasiswa dan masyarakat keduanya terlibat langsung dalam merespon keberadaan pemerintah kala itu. Mahasiswa sebagai motor penggerak menghidupkan kembali cahaya harapan masyarakat yang kala itu padam karena kepemerintahan yang diktator dan berat sebelah. Hingga akhirnya kedua elemen tersebut mampu merubah kondisi pra 1998 menuju era reformasi hingga hari ini. Namun jika kita perhatikan kondisi kekinian, keterkaitan dan hubungan antara mahasiswa dan masyarakat tidak sebaik pada masa reformasi kala itu.

Keterlibatan mahasiswa dalam ikut serta merespon kebijakan pemerintah kini tidak lagi membangkitkan semangat perubahan ditegah masyarakat. Begitupun masyarakat, mereka memilih jalannya sendiri untuk mencapai aspirasinya. Sehingga antara mahasiswa dan masyarakat mulai tak seiring sejalan dalam menyuarakan aspirasi. Mahasiswa dianggap tidak lagi peka terhadap kebijakan –kebijakan yang dikeluarkan, respon yang dilakukan dianggap tumpul karena hanya bersifat kajian dan bahasan teoritis tanpa adanya langkah konkrit penyelesaian. Hal ini yang membuat semangat perubahan dikalangan masyarakat mulai meredup pasca 1998.

Adapun yang menjadi titik penting dari mulai melonggoranya kepercayaan masyarakat terhadap mahasiswa hari ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Diantaranya adalah mengendurnya pola hubungan interaksi langsung dari mahasiswa terhadap kondisi yang dihadapi oleh masyarakat. Sehingga masyarakat tidak lagi merasa terwakili aspirasinya oleh mahasiswa. Mahasiswa kerap dianggap terlalu berkutat pada urusan akademik tanpa memikirkan nasib dan kondisi sosial masyarakat disekitarnya. Selain itu, terjadi kesenjangan informasi dan kebersatuan pemikiran antara mhasiswa dan masyarakat. Dimana mahasiswa kini tidak lagi memeberikan pencerdasan positif ditengah masyarakat. Sehingga terkesan ada jarak diantara mahasiswa sebagai kaum akademik dan masyarakat yang merasakan langsung kebijakan-kebijakan dari pemerintah.

Kondisi tersebut hanya bisa membaik jika mahasiswa dalam  hal ini mencermati kondisi sosial masyarakat dari atas sampai ke akar rumput secara tuntas dan  tajam. Menggali sebanyak-banyaknya respon dari masyarakat, menampung aspirasinya, dan  turut merasakan  apa  yang  masyarakat rasakan. Mewujudkan  mahasiswa sebagai pemuda yang  tidak hanya berprestasi akademik namun juga baik dan dipercaya secara sosial. Dan hal tersebut juga menjadi hal yang  penting untuk dicatat dan diperhatikan. Sebab banyak diantaranya kondisi dimana masyarakat dan  mahasiswa saling membutuhkan  peranannya  satu sama lain sebagai  penggerak perubahan. Dan hal itu semata-mata dilakukan  untuk mewujudkan kesejahtraan dan kemakmuran kepada bangsa dan  negara sebagaimana yang dicita-citakan pendahulu dan pendiri bangsa. Dan harapan itu selalu ada.

Nurfahmi Islami Kaffah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s