Kontroversi RUU “pertembakauan” : PP Pengendalian tembakau VS RUU Pertembakauan (Titipan ASING)

Image

gambar ini saya kutip dari www.komhukum.com

Seperti yang telah kita ketahui, Indonesia menjadi peringkat ke -3 dengan jumlah perokok terbesar di dunia setelah China dan India (WHO,2008). Selain itu, konsumsi Indonesia akan rokok menduduki peringkat 5 terbesar didunia. Faktanya, lebih dari 40,3 juta anak Indonesia usia 0-14 tahun hidup bersama prokok dan terpapar asap rokok yang sangat berisiko terhadap kesehatan mereka.

Tertanggal 24 desember 2012 presiden RI Telah menandatangani PP No 109 tahun 2012 tentang pengamanan bahan yang mengandung zat adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan. PP tersebut dibuat dengan harapan agar lebih terkendalinya industri rokok dengan beberapa pembatas dan mekenisme pengendalian yang diatur didalamnya. Namun permasalahannya adalah ketika kebijakan tersebut akan berjalan rupanya di tahun ini muncul secara tiba-tiba RUU Pertembakauan ke Program Legislasi Nasional (PROLEGNAS) 2013. Yang sampai hari ini pun masih belum jelas siapa yang mengajukannya.

Hal ini pun begitu  mengejutkan para pakar kesehatan dan penggiat anti rokok. Pasalnya RUU tentang pengendalian temabakau sudah diajukan semenjak tahun 2006 silam, namun belum mendapat respon untuk dibahas di DPR. Sedangkan RUU yang saat ini telah masuk prolegnas adalah RUU Pertembakauan yang dari namanya saja sudah mengandung banyak persepsi dan tafsiran. Disinyalir RUU Pertembakauan ini adalah RUU yang masuk karena titipan asing dari industri rokok untuk mempertahanka status quo nya di Indonesia. RUU pertambakauan ini pun dipandang sebagai RUU yang begitu berlawanan isinya dengan PP No 109 tahun 2012 tentang pengamanan bahan yang mengandung zat adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan.

Mulai dari judulnya yang multi tafsiran “pertembakauan” yang seharusnya berisi tentang pengaturan dari hulu ke hilir, namun tenyata berbeda. Hal ini karena isi dari RUU pertembakaun tersebut meyangkut hal tentang pengaturan industri rokok di Indonesia, aspek perniagaan, lalu kemudian Investasi, periklanan, dan sbagainya yang semakin membuka peluang terbuka dan meluasnya industri rokok di indunesia serta terlihat sekali dalam RUU tersebut terjadi pengenyampingan aspek kesehatan. Selain hal itu rupanya Ruu ini Juga berusah mengahpuskan UU NO 36 tahun 2009 tentang kesehatan yang mengatur pengendalian zat adiktif. Padahal pasal tersebut merupakan patyung hukum dari PP No 109 tahun 2012 tentang pengamanan bahan yang mengandung zat adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan dinyatakan. Jelas, kesehatan indonesia sedang diancam oleh RUU ini.

Hal inilah yang menjadi tiik tekan bahwa permasalahan PP pengendalian pertembakauan dengan RUU pertembakauan menjadi polemik yang harus segera diangkat demi mencerdaskan masyarakat serta membuat kita semua sadar akan hal ini. Selain itu masalah ini juga bukan hanya menyangkut masalah Kesehatan tetapi juga menyangkut permaslahan Sosial dan hukum serta menyangkut juga didalamnya hajat orang banyak.

indonesia sekarang di hadapkan pada pilihan pahit ini..

saatnyalah pemuda bergerak..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s